Manusia yang hidup pasti tidak akan pernah lepas dari
masalah kehidupan. Manusia berbeda-beda dalam memandang dan menyikapi masalah
yang dihadapinya. Seringkali orang stress bahkan ada yang gila dan akhirnya
bunuh diri menghadapi masalah tersebut. Ada juga yang menyikapinya sebagai
ujian, sehingga dirinya mampu tabah menghadapi masalah dan akhirnya dapat
menyelesaikannya dengan baik. Tapi pernahkah kita bersyukur saat mendapatkan
masalah? Kelihatan tidak masuk akal memang ketika kita mendapatkan masalah justru
kita bersyukur. Kenapa bisa demikian?
1. Masalah akan selalu ada sebagai bagian dari hidup
manusia. Manusia hidup tidak akan bisa selalu menghindar dari masalah jadi
jangan lari dari masalah tapi cari solusi terbaiknya. Jika kita masih mendapat
masalah berarti kita masih hidup. Dan hidup itu harus disyukuri.
2. Allah dalam menciptakan segala sesuatu pasti ada hikmah
dan manfaatnya. Dia tidak menciptakan segala sesuatu dengan sia-sia. Termasuk
masalah yang Dia ciptakan pasti juga ada hikmahnya. Misal, Allah menciptakan
nyamuk. Bagi sebagian orang, nyamuk dianggap sebagai pengganggu hidup manusia
bahkan jadi penyakit, tapi bagi pabrik obat nyamuk, keberadaan nyamuk bisa
mendatangkan keuntungan dan menciptakan lapangan kerja.
3. Kalau kita baca dan pelajari biografi orang-orang sukses,
ternyata banyak di antara mereka yang kehidupannya berubah 180 derajat, dari
kondisi buruk atau biasa-biasa saja menjadi kondisi
luar biasa sukses setelah dirinya mendapatkan masalah.
Masalah itu menjadi titik balik yang merubah kehidupan orang-orang menjadi
sukses. Walaupun tidak semua orang yang mendapat masalah kemudian menjadi orang
sukses. Tapi kita bisa melihat bahwa sebagian orang bisa menjadikan masalah
sebagai trigger/pemicu untuk meraih kesuksesan.
4. Kedatangan masalah bisa membuat orang semakin dekat dengan
Penciptanya, menjadikan orang semakin tergantung dan banyak berdoa kepada
Allah. Hal ini sangat disukai Allah, bahkan Allah marah ketika manusia tidak
berdoa dan meminta kepada-Nya. Manusia seperti itu berarti sombong, merasa
tidak butuh dengan Allah. Coba kita instropeksi keadaan diri kita, lihat kalau
kita sedang mendapat masalah, betapa khusyu’nya kita beribadah, betapa
seringnya kita berdoa, betapa banyaknya kita menambah amalan ibadah, itu semua
dilakukan agar mendapat pertolongan Allah sehingga terlepas atau bisa segera
menyelesiakan masalah yang kita hadapi. Tapi giliran masalah kita sudah
terselesaikan, kita mendapatkan nikmat, kita sering melupakan Allah, beribadah
bahkan menjadi malas, berdoa pun jarang, seolah-olah kita tidak membutuhkan Allah
lagi.
5. Kenyataannya, nikmat atau karunia Allah itu lebih besar
dan lebih banyak dari masalah yang Dia berikan kepada manusia. Bahkan di dalam
Al-Quran, nikmat karunia Allah itu tidak bisa dihitung karena saking banyaknya.
Sedangkan masalah kita, bisa kita hitung, kan?
Jadi, kenapa kita tidak bersyukur kepada Allah atas masalah
yang menimpa kita